naga

naga
sekuat,sehebat dan sekeren dy

Rabu, 01 Januari 2014

Tahun 2014 Bahan Pokok Naik



Harga Makanan dan Minuman Bakal Naik Tahun Depan

Kembali melemahnya rupiah terhadap terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal memberikan dampak terhadap komoditas impor. Ketidakstabilan inilah yang kini menyelimuti pengusaha makanan dan minuman mengingat ketergantungannya pada bahan baku impor.
"Meski bahan bakunya dipasok oleh industri dalam negeri, tapi sebagian besar masih impor, misalnya gula impor seperti gula rafinasi kan dari raw sugar masih impor. Kemudian kedelai impor, jagung impor, terigu impor, hampir semua masih impor," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman di Jakarta, Senin (2/12/2013).
Meski saat ini belum berdampak besar, pelemahan rupiah yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan memukul industri makanan dan minuman nasional.
"Sekarang akan berdampak langsung pada produksi karena sebagian besar bahan baku impor. Sehingga pengaruhnya sangat signifikan. Rupiah sendiri sudah terdepresiasi tentu akan berpengaruh secara langsung," lanjutnya.
Hingga kini kalangan pelaku usaha mengaku masih kesulitan menghitung dampak dari pelemahan rupiah yang telah berlangsung sejak dua bulan lalu. "Kami kesulitan menghitung patokan kursnya karena tadinya sudah stabil Rp 11.500 sekarang belum ada patokan kursnya," katanya.
Ditambahkannya, pelemahan rupiah yang berlangsung hingga tahun depan hanya akan membuat industri makanan dan minuman terpaksa menaikan harga jual produknya.
Tak hanya kurs rupiah, pelaku usaha juga mengaku harus menghitung dampak dari kenaikan upah minimum provinsi (UMP) pada biaya produksi perusahaan. "Gas juga sedang dalam pembahasan, nanti meski harga gas tidak naik tapi tetap saja bayarnya pakai dolar jadi sama saja," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, GAPMMI berharap pemerintah mampu segera menstabilkan nilai tukar rupiah agar pelaku usaha dapat menjalankan bisnis dengan baik.
Tanggapan Saya :
Yaaahh... bahan makanan naik terus.. gimana sama rakyat yang menengah kebawah??? Di Indonesia aja banyak yang kurang gizi, karna gak mampu membeli bahan makanan yang layak dan sehat... di tambah lagi gas mau naik..???!!
Ayooo dong bapak-bapak yang berwenang bantu rakyat mu dengan menemukan solusi yang tepat dan dapat diterima di semua kalangan....
SUMBER :
Posted: 02/12/2013 19:11

kesimpulan RDP KPK DPR




4 Kesimpulan RDP KPK dengan DPR

Setelah 8 jam melakukan rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 4 hal disimpulkan pimpinan sidang Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy.
"Pertama, Komisi III mendesak KPK meningkatkan koordinasi dan supervisi kepada badan penegak hukum lain, tidak hanya soal kasus per kasus, tetapi dengan program perbaikan sistem. Sehingga penegak hukum tersebut mampu melakukan pemberantasan korupsi secara efektif dan efisien sebagaimana diamanatkan undang-undang," ujar Tjatur di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12/2013).
Kesimpulan kedua, lanjut politisi PAN ini, Komisi III DPR mendesak KPK untuk mengefektifkan fungsi pencegahan dengan mengumumkan hasil pengkajian terhadap sistem pengelolaan administrasi yang berpotensi korupsi di semua kementerian atau lembaga serta melakukan monitoring pelaksanaan rekomendasi KPK dalam meningkatkan indeks integritas nasional di kementerian dan lembaga.
‪‪"Ketiga, Komisi III DPR mendesak KPK untuk menyerahkan standar operasional prosedur (SOP) penyadapan selambat-lambatnya dua minggu sebagai instrumen pengawasan publik serta meningkatkan prinsip akuntabilitas dan transparansi KPK dalam melaksanakan tugas dan fungsinya," tuturnya.
Kesimpulan terakhir adalah rencana Komisi III DPR untuk menggelar rapat tertutup dengan KPK. ‪‪"Terakhir, Komisi III DPR akan agendakan rapat tertutup," tegasnya.
Agenda rapat tertutup itu sendiri dicetuskan anggota Komisi III Fahri Hamzah. Namun, hal itu ditolak oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. "Jangan hari ini, diatur hari lain saja," tegas Busyro.

Tanggapan Saya :
Sebenernya apapun kesimpulan ataupun keputusan para pemimpin asalkan berpihak pada rakyat,intinya hanya satu... “LAKUKAN SECEPAT MUNGKIN” demi kebaikan bangsa dan negara.
SUMBER :
Posted: 02/12/2013 22:08
http://news.liputan6.com/read/762978/4-kesimpulan-rdp-kpk-dengan-dpr

Baja Impor



RI Sulit Lepas dari Baja Impor karena Sektor Ini

Indonesia tak mungkin lepas dari ketergantungan terhadap baja impor seperti dari China. Itu karena produsen nasional belum mampu memproduksi jenis baja yang banyak dipakai industri otomotif.
Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahajana mengatakan hampir seluruh besi baja pada industri otomotif diimpor dari negara lain.
"Banyak produk baja yang belum dibuat di Indonesia, misalnya baja untuk otomotif yang 100% masih impor. Ada bagian-bagian luar yang impor, kalau bagian dalam sudah ada yang lokal. Kalau misalnya 1 mobil bajanya 600 kg baja, kalau dikali 1 juta itu sudah berapa," ujar dia di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (29/11/2013).
Dia menuturkan, produksi baja nasional saat ini baru sekitar 6-7 juta ton per tahun. Sementara kebutuhan baja nasional mencapai 9 juta ton per tahun."Itulah kenapa impor kita masih banyak tetapi itu biasa saja dalam perdagangan" lanjut dia.
Namun, Agus yakin dengan semakin banyaknya investor yang ingin menanamkan modal membangun pabrik baja di Indonesia serta diproduksinya mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) yang mempersyaratkan 80% komponen diproduksi dalam negeri, akan mendorong pertumbuhan industri baja nasional.
"Dengan adanya pembangunan pabrik itu saya rasa bisa segera kita penuhi (kebutuhan baja nasional)," tandas dia.
Tanggapan saya :

Ayooo dong Indonesia kembangan dan ciptakan sendiri produk kita, ayooo SDM di Indonesia pasti bisa qok menciptakan baja dalam negeri agar perekonomian Indonesia semangkin membaik,,,
SUMBER :
Penulis  Septian Deny
Posted: 29/11/2013 14:19

Rupiah Terburuk



Rupiah Terburuk diantara 24 Negara Berkembang

Rupiah mempimpin pelemahan terdalam mata uang negara-negara berkembang selama sebulan terakhir. Defisit neraca transaksi berjalan dikhawatirkan membuat arus modal asing keluar dipicu penarikan program stimulus The Federal Reserves.
Disisi lain, obligasi pemerintah mencatat penurunan terdalam sejak 2011.
"Pelemahan bulan ini tak seperti kondisi penarikan modal asing besar-besaran yang kita lihat Juni lalu, jadi ini pasti disebabkan masalah kepercayaan, dan baru-baru ini adanya meningkatnya permintaan dolar di akhir bulan," kata Ekonom DBS Group Holding Ltd, gundy Cahyadi seperti dikutip laman Bloomberg, Jumat (29/11/2013).
Rupiah sepanjang November mencatat pelemahan hingga 5,9%, atau terdalam dibandingkan mata uang dari 24 negara berkembang.
Kurs rupiah di pasar spot bank lokal pada perdagangan hari ini berada di level 11.974 per dolar AS hingga pukul 9.39 WIB. Rupiah yang mencetak pelemahan terdalam sejak Maret 2009 ke level 12 ribu pada perdagangan kemarin, hari ini bergerak menguat 0,3%.
Di luar negeri, rupiah di pasar Non Delivered Forward satu bulan tercatat turun 7,6% sepanjang bulan ini ke level 11.940 per dolar AS. Rupiah di pasar NDF diperdagangan 0,3% lebih tinggi dari pasar spot lokal.
Sama seperti pasar spot, rupiah di pasar kontrak hari ini mencatat menguat 0,2%.
"Selama kondisinya masih suram, investor akan ragu-ragu untuk kembali masuk," kata Gundy.
Tanggapan saya :

Wadduuhhh..... bagaimana ini bisa terjadi???
ayooo tugas kita bersama ne untuk memperbaiki, terutama pemerintah serta para mentrinya.. jangan sampai hal ini terjadi terus menerus, ayyoooo semangat !

SUMBER :
Penulis  Syahid Latif
Posted: 29/11/2013 12:01

2 Faktor Rp anjlok



Hatta Rajasa Sebut 2 Faktor Pemicu Anjloknya Rupiah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga mendekati Rp 12 ribu per dolar karena faktor eksternal dan internal.
Dua hal yang dimaksud yakni pengaruh eksternal terkait langkah tapering off. Sementara faktor internal berkaitan dengan Defisit Neraca Berjalan (Current Account).
"Rupiah itu mencerminkan fundamental dipengaruhi faktor eksternal itu tapering off di Amerika, di sisi lain tambah current account devisit," kata Hatta, usai menghadiri pembukaan Jambore Masyarakat Agribisnis dan Agro Indonesia (MAI), di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (29/11/2013).
Menurut Hatta untuk mendorong rupiah menguat, harus ada penguatan neraca berjalan. Caranya antara lain dengan mengurangi importasi dalam waktu dekat, dan menambah ekspor.
Strategi berikutnya memperkuat rupiah lewat pelaksanaan empat paket kebijakan fiskal yang telah ditetapkan pemerintah beberapa bulan lalu.
"Sambil mendorong paket kebijakan ekonomi yang sudah diluncurkan biodiesel dan sebagainya. Kemudian mengurangi pajak yang terkait dengan ekspor dan meningkatkan pajak barang mewah. Hal tersebut harus berjalan," tegas dia.
Namun, terkait dengan importasi Bahan Bakar Minya (BBM) yang besar, Hatta mengaku belum bisa memperkirakan seberapa besar pengaruhnya pelemahan rupiah tersebut terhadap harga BBM.
"Nanti kita lihat dulu berapa konsumsi BBM, sebenarnya kuota tidak tercapai juga, kita lihat secara keseluruhan," pungkasnya.
Pada penutupan perdagangan kemarin, data kurs valas Bloomberg mencatat rupiah bertengger di level Rp 12.018 per dolar AS.

Tanggapan saya :

Bapak sudah tahu permasalahannya dan sudah tahu cara mengatasi masalah tersebut, jadi bapak menunggu apa lagi???
Segera realisasikan solusinya !

SUMBER :
Posted: 29/11/2013 13:11